Kemajuan penyelenggaraan pendidikan suatu lembaga pendidikan sangatlah bergantung kepada kualitas dan profesionalitas para pendidiknya. Semewah dan sebagus apapun sarana dan prasarana suatu lembaga pendidikan, tanpa didukung ketersediaan kualitas SDM, berbagai fasilitas yang ada tidak akan dapat termanfaatkan secara optimal.
Sebaliknya, apabila SDM yang ada memiliki ketrampilan dan kecakapan secara memadai, maka fasilitas dan sarana pendidikan yang tersedia walaupun sangat terbatas, akan dapat dioptimalkan pemanfaatannya secara kreatif dan inovatif sehingga dapat berdaya guna.
Menyadari hal penting itulah, MI Muhammadiyah Pojok Tawangsari senantiasa berupa untuk meningkatkan pengetahuan, ketrampilan serta kecakapan para guru melalui berbagai event kegiatan pengembangan profesi, seperti pendidikan dan latihan, workshop, seminar, lokakarya serta berbagai kegiatan pengembangan diri lainnya.
Salah satu rangkaian kegiatan tersebut adalah pengiriman salah satu guru MIM Pojok yakni Agus Purnomo,S.Pd dalam kegiatan diseminasi tentang Pembelajaran STEAMS yang diselenggarakan oleh Forum Komunikasi Kegiatan Guru kecamatan Polokarto bekerjasama dengan PGRI cabang Polokarto pada hari Sabtu, 29 Mei 2021. Kegiatan diseminasi bertempat di UPTD SD Wonorejo kecamatan Polokarto.
Kegiatan yang dibuka oleh Ketua PGRI Cabang Polokarto ini diikuti oleh 28 peserta utusan dari berbagai Sekolah Dasar dan Madrasah kabupaten Sukoharjo yang terpilih. Narasumber kegiatan Diseminasi Pembelajaran STEAMS adalah Agus Riyanto, yang telah mengikuti Pelatihan Pembelajaran STEAMS tingkat Nasional di Malang pada bulan Mei lalu.
Dalam kata sambutannya, ketua PGRI berharap hasil kegiatan diseminasi ini dapat diimplementasikan di sekolah masing-masing peserta. Di samping itu, semua peserta yang hadir juga dimotivasi agar dapat menjadi pionir dan agen kemajuan di sekolah tempat tugas masing-masing.
STEAMS sebagai bahan diseminasi, adalah akronim dari Science ( sains), Technology ( teknologi), Engineering ( teknik ), Art ( seni ), Mathematic ( matematika ), dan Social ( sosial ).
Merupakan pendekatan pembelajaran terpadu yang mendorong siswa untuk berpikir kritis terhadap masalah yang riil terjadi di masyarakat sekitar. Dengan mengintegrasikan 5 aspek ( Sains, Teknologi, Teknik, Seni dan Sosial ), melatih siswa melakukan proses observasi, analisis serta menemukan alternatif problem solving terhadap permasalahan yang terjadi di lingkungan masyarakat melalui suatu projek.
Pendekatan STEAMS yang kolaboratif, kreatif, inovatif ini disebut sebagai strategi pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik pembelajaran abad 21. Pembelajaran abad 21 mempersiapkan siswa untuk memiliki 4 kecakapan yakni 4C (Communication, Collaboration, Critical Thinking and Problem Solving dan Creativity and Innovation ).
Kerangka berpikir dalam pendekatan STEAMS meliputi 5 hal yakni pertama : empaty yang ditandai dengan adanya keresahan terhadap masalah sosial yang ada di masyarakat. Kedua : define yaitu menemukan sudut pandang terhadap permasalahan atau problem yang ada. Ketiga ideate yaitu menemukan faktor faktor dan alternatif solusi terhadap problem yang ada. Keempat : prototipe yakni produk awal untuk memecahkan masalah. Kelima : test yaitu uji produksi meliputi tingkat keamanan, nilai ekonomis, nilai kemanfaatan.
Pendekatan STEAMS juga sesuai dengan tuntutan Kurikulum 13 karena karakteristiknya yang mengembangkan soft skill, mengintegritasikan sains, seni, teknologi, matematika, sosial, berbasis projek, kontekstual terkait kehidupan nyata dan menyiapkan siswa menjadi SDM yang berkualitas.
Dengan kegiatan diseminasi pendekatan STEAMS sebagai pendekatan pembelajaran abad 21 yang diimplementasi di madrasah, semoga MIM Pojok dapat selangkah lebih maju dalam menunaikan tekad untuk memberikan layanan terbaik kepada masyarakat.
Lebih daripada itu, di era global saat ini, sebetulnya sudah menjadi satu kebutuhan bagi madrasah, untuk menyiapkan tenaga – tenaga pendidik yang professional dengan kapasitas kuantitas dan kualitas yang mampu menjawab segala tantangan dan kebutuhan pendidikan.