Pembinaan dan Sosialisasi Kurikulum Merdeka Bagi Kepala dan Guru Madrasah

Selasa, 21 Maret ’23, seluruh civitas akademika MI Muhammadiyah Pojok mengikuti kegiatan Pembinaan dan Sosialisasi IKM Kepala Madrasah dan Guru MI se-kecamataan Tawangsari oleh Pengawas Madrasah.

Acara digelar di ruang pertemuan kampus 2 MITQ Al Fitrah Grajegan Tawangsari. Tampil sebagai keynote speaker di kegiatan pembinaan yang diselenggarakan oleh pengurus K3MI dan KKGMI kecamatan Tawangsari ini Pengawas Madrasah wilayah kecamatan Tawangsari Bapak H. Danuri, M.Ag.

Sebelum menyampaikan materi IKM ( Implementasi Kurikulum Merdeka ), pemateri memberikan pembinaan. Mengambil intisari dan kandungan surat Al Ma’un bahwa di antara karakter seorang muslim adalah sikap peduli. Keberadaan sikap “Peduli” pada seseorang akan menumbuhkan rasa perhatian dan gemar menolong kepada orang lain. Selain itu juga akan menumbuhkan akhlak suka memaafkan dan tidak pendendam, murah hati, sabar terhadap keterbatasan orang lain. Terlebih bagi para Kepala Madrasah yang memimpin sebuah lembaga pendidikan, sikap dan sifat pema’af ini sangatlah diperlukan.

Paparan materi IKM diawali dengan menjelaskan bahwa hakikat kurikulum merdeka adalah kurikulum yang memberikan keleluasan kepada lembaga pendidikan dan guru untuk mengembankan strategi pembelajaran secara kreatif dan inovatif menyesuaikan keadaan dan kebutuhan para siswa.

Beberapa karakteristik Kurikulum Merdeka antara lain materi pembelajaran adalah materi esensial. Siswa tidak dipaksa untuk mempelajari berbagai macam muatan pembelajaran. Materi pembelajaran diberikan sesuai dengan bakat dan minat siswa.

Selain itu, struktur kurikulum merdeka juga lebih fleksibel. Guru lebih leluasa dalam merancang alur pembelajaan yang lebih sesuai dengan kondisi dan kebutuhan siswa. Pembagian alokasi jam pembelajaan tidak dikunci perminggu melainkan pertahun. Jenjang level kelas terbagi dalam bentuk fase.

Beberapa perubahan istilah di kurikulum merdeka dibandingkan dengan kurikulum sebelumnya antara lain KKM sudah tidak ada. Istilah KI-KD diganti dengan CP ( Capaian Pembelajaran ). Istilah RPP berubah menjadi modul. Walaupun mengalami perubahan istilah, namun esensi dan fungsinya adalah tidak jauh berbeda. Pada kurikulum merdeka ada proyek penguatan profil Pancasila.

Terkait dengan assesmen, pada kurikulum merdeka ditekankan adanya assesmen diagnostik sebelum melaksanakan pembelajaran. Assesmen diagnostik dimaksudkan untuk mengetahui sejauh mana tingkat pengenalan siswa terhadap materi yang akan dipelajari. Selain itu, juga untuk mengetahui tingkat kesiapan siswa untuk merespon materi pembelajaran yang akan dipelajari. Assesmen diagnostik bisa berupa “apersepsi”, yang dilaksanakan sebelum memasuki proses inti pembelajaran. Assesmen yang dilaksanakan untuk mengetahui tingkat daya serap siswa terhadap materi pembelajaran meliputi assesmen formatif dan asesmen sumatif.

Hingga sekitar pukul 11.00 wib, kegiatan pembinaan berlangsung lancar dan suskes. Sebelum acara ditutup dengan pembacaan do’a oleh Bapak Amin, para peserta diberikan kesempatan untuk menanyakan hal- hal yang masih belum jelas atau diperkirakan manjadi kendala jika kurikukum merdeka diimplementasikan di madrasah pada tahun ajaran baru 2023/ 2024.

Dengan pembinaan dan sosialisasi IKM, para pengurus KKGMI berharap agar seluruh madrasah yang ada di wialayah kecamatan Tawangsari benar benar memiliki kesiapan untuk mengimplentasikannnya di madrasah masing – masing dalam rangka memberikan layanan pendidikan yang terbaik dan bermutu pada tahun ajaran baru 2023/ 2024 yang akan datang.

Semoga…..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *