Romadhon, Di MIM Pojok Bermunculan Bintang-Bintang Mukhtarom

Selama Romadhon 1442 ini suasana hati warga di MIM Pojok terang benderang. Cahaya kebahagiaan para orang tua murid dan para guru berkilau memancarkan rona suka cita. Senyuman ceria penuh syukur bertebaran dari rumah rumah tempat tinggal para siswa. Di madrasah pun para guru melaksanakan pembelajaran sistim online diliput kebahagiaan yang mendalam.

Apa yang telah terjadi ???

Ya, suasana luar biasa itu bermula sejak event Musabaqoh Khotmil Qur’an 04 diresmikan oleh Kepala Madrasah sehari sebelum bulan Romadhon tepatnya pada tanggal 29 Sya’ban yang lalu.

Musabaqoh Khotmil Qur’an ( Mukhtarom ) adalah arena berpacu prestasi qira’atul Qur”an bagi para siswa selama bulan Ramadhan. Event ini digelar sejak tanggal 1 hingga akhir Romadhon.

Mukhtarom kali ini merupakan agenda yang keempat karena sudah secara rutin dilaksanakan setiap kali datang bulan Romadhon.

Selain sebagai syiar di bulan puasa, kegiatan ini sebagai arena untuk meningkatkan kecintaan para peserta terhadap Al-Quran dalam rangka membentuk generasi Qur’aniy yang sholih dan sholihah.

Mukhtarom dilaksanakan dengan cara para peserta membaca Al-Quran dari surat Al-Fatihah lanjut Al-Baqarah dan seterusnya hingga surat An-naas. Waktu dan tempat membaca Al-Qur’an fleksibel, menyesuaikan kegiatan masing-masing peserta. Boleh membaca saat sedang di rumah, di masjid saat TPA menjelang buka puasa, waktu pagi usai sholat subuh, malam hari atau yang lainya.

Setiap selesai membaca Al-Qur’an, peserta melaporkan capaian bacaan masing masing melalui e-KPM ( elektronik Kartu Prestasi Mukhtarom ) secara online yang telah disediakan oleh panitia.
Saat membaca boleh disimak namun juga boleh membaca secara mandiri.
Seluruh orang tua peserta muktarom dapat menyaksikan jalannya musabaqoh, dari Tribune Mukhtarom di Grup WA. Progres capaian bacaan setiap peserta dapat diakses setiap saat secara online.
Dari 120 peserta yang mendaftar, tercatat 39 peserta telah berhasil khatam membaca Al-Qur’an.

Peserta musabaqoh yang terbanyak khatam membaca al-Quran adalah Mu’adz Alhawari, Annisa Putri Zafirah dan Zainab Mustaqimatul Haq dengan prestasi 6 kali khatam.

Peserta yang telah khatam 5 kali adalah Aida Dwi Pradifta.
Peserta yang khatam 4 ada empat peserta yakni Cahya Sidiq, Nur Rasyid Hamdani, Carrrisa Putri dan Carlova Caesar Pradana.

Peserta yang khatam 2 kali ada 5 peserta yakni Calista Putri Nur Aini, Fariz Dava, Yusuf Shobir, Juwariyah dan Kayiz Kanza Alika.

Adapun peserta yang khatam sekali yakni Fathya Salsabila Wurnika, Rohman Fauzia, Fayyasa Danish Nur Irawan, Lathif Abdullah, Miftahush Suruur, Syifa Ananda Putri, Zahra Fathia Fawzia,
Bunga Menur, Ayu Fitria Rahmawati, Tsaqib Abdurrahman, Khansa Luqyana Muazarah, Zahira Fathin Ufairah, Natasya Dwi Arum, Ridwan Azzam, Meychela Fitri Nur Aini, Iman Prasetyo, Fatimatuz Zahrah, Hafidz Ihsan Saputra, Athifa Nabila Nur Azalia, Bahwa Adila Nuryanto, Jasmine Fajar, Hurin Jida Mumtaza, Syifa Qurrata Aini, Hasan Zalfa Nur Azizah dan Ulya Afifah, Retri Suci Rahmadani.

Jumlah peserta yang khatam pada Mukhtarom 04 ini lebih banyak daripada tahun kemarin”.
Pada moment indah di Romadhon yang penuh berkah ini seluruh warga madrasah dan panitia pelaksana sangat bersyukur kepada Allah ta’alla yang telah memberikan rahmat-Nya sehingga banyak siswa yang bisa khatam membaca al-Qur’an”.

Dengan peningkatan prestasi di Mukhtarom 04 kali ini, Lagimin, S.Ag selaku Kepala Madrasah dalam acara penutupan Mukhtarom yang digelar menjelang senja pada hari Selasa 30 Romadhon via you tube, menyampaikan ucapan terima kasih kepada para siswa yang dengan antusias telah mengikuti kegiatan musabaqoh. Segala pengorbanan dan usaha dalam mempelajari dan membaca Al-Qur’an, insyaa Allah besok pada hari Qiyamah akan diganti oleh Allah dengan yang lebih baik.

Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada segenap orang tua dan wali siswa yang telah berkenan bersinergi dan menjalin kerjasama sangat baik bersama panitia pelaksana dengan mengasuh, membimbing dan mendampingi para peserta membaca Al-Quran di rumah masing-masing.
“Apabila para siswa telah mampu membaca Al Qur’an, insya Allah akan mudah untuk mempelajari berbagai ilmu yang lainnya,” penjelasan beliau lebih lanjut dalam untaian kata sambutannya.

Setelah para peserta ditempa di arena fastabiqul khoirot mukhtarom, semoga Allah memberikan istiqomah sehingga mereka kelak menjadi bintang bintang kejora nan indah yang menyinari ummat di zamannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *