Perubahan dalam rangka memberikan layanan pendidikan yang lebih baik. Perubahan untuk beradaptasi terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi pendidikan mutaakhir. Perubahan untuk update visi, misi dan strategi pembelajaran agar senantiasa selaras dengan paradigma baru pendidikan. Semua itu adalah sebuah keniscayaan.
Terlebih menyadari bahwa MIM Pojok merupakan lembaga dakwah Islamiyah yang memiliki tugas besar mencetak generasi demi kejayaan peradaban Islam masa depan. Merupakan suatu aib jika terlambat update walau selangkah dalam usaha untuk selalu dinamis berkemajuan.
Salah satu upaya terkait hal itu adalah pada hari Kamis, 9 Maret 2023, MI Muhammadiyah Pojok mengirimkan 3 orang guru kelas 1 dan 2 orang guru kelas 4 untuk mengikuti Workshop Implementasi Kurikulum Merdeka, yang insyaa Allah akan diimplementasikan pada tahun ajaran baru 2023/ 2024.
Kegiatan workshop sehari yang diselenggarakan oleh Badan Koordinasi Jaringan Sekolah Muhammadiyah ( BKSM ) Kabupaten Sukoharjo bekerja sama dengan penerbit Erlangga, digelar di Meeting Room Hotel Hapsari Sukoharjo.
Menurut Pak Budi selaku ketua panitia, bahwa workshop diikuti oleh 213 peserta. Peserta merupakan utusan dari 57 SD/ MI se-kabupaten Sukoharjo. Sumber dana kegiatan workshop adalah swadaya sekolah dan madrasah. Selain diikuti oleh guru, workhop juga dihadiri oleh para kepala sekolah SD/ MI Muhammadiyah.
Acara workshop dibuka secara resmi oleh Drs. Sugiarto selaku Ketua Dikdasmen Muhammadiyah Cabang Kabupaten Sukoharjo. Dalam kata sambutannya beliau sangat mengapresiasi atas inisiatif dan upaya BKSM yang telah menyelenggarakan kegiatan demi peningkatan mutu pendidikan. Beliau juga berpesan agar sekolah sekolah Muhammadiyah menerapkan kurikulum ISMUBA ( Ke-Islaman, Ke-muhammadiyahan dan Bahasa Arab ). Sekolah adalah tempat pendidikan, tempat dakwah dan pengkaderan anak anak untuk hidup di zamannya agar mereka kelak selalu berpegang teguh dengan syariat Islam.
Hadir sebagai keynote speaker adalah Dra. Sri Sayekti, M,Pd. yang menjabat sebagai Kepala Sekolah SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta. Sebagai pemateri pertama beliau menjelaskan tentang karakteristik Kurikulum Merdeka. Menggunakan LCD projector, beliau menjelaskan bahwa kurikulum merdeka adalah suatu kurikulum pembelajaran yang mengacu pada pendekatan bakat dan minat serta kemampuan murid.
Keunggulan kurikulum merdeka adalah lebih berfokus pada materi yang esensial dan pengembangan kompetensi peserta didik pada fasenya. Dengan demikian proses pembelajaran diharapkan menjadi lebih mendalam bermakna tidak terburu-buru dan menyenangkan.
Kurikulum merdeka merupakan jawaban dari segala permasalahan pendidikan yang ada di Indonesia. Kurikulum ini dibuat dengan tujuan agar pendidikan Indonesia bisa seperti pendidikan negara maju lainnya di mana siswa diberikan kebebasan dalam memilih apa yang diminatinya dalam pembelajaran.
Karakteristik utama dari kurikulum merdeka adalah pembelajaran berbasis project untuk pengembangan soft skill dan karakter sesuai profil belajar Pancasila. Fokus pada materi esensial sehingga ada waktu cukup untuk pembelajaran yang mendalam bagi kompetensi dasar seperti literasi dan numerasi.
Kurikulum merdeka merupakan implementasi pembelajaran padigma baru yakni pembelajaran yang berorientasi pada penguatan kompetensi dan pengembangan karakter yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Pembelajaran paradigma baru memastikan praktik pembelajaran yang berpusat pada murid. Setiap murid belajar sesuai dengan kebutuhan dan tahap perkembangannya.
Dalam proses pembelajaran kurikulum merdeka, guru berfungsi sebagai fasilitator, motivator mediator dan panutan serta konsultan. Kegiatan pembelajaran berpusat kepada murid. Perilaku siswa dalam pembelajaran kurikulum merdeka bertindak sebagai konstruktif dan partisipasi. Suasana pembelajaran kolaboratif dan kerjasama serta berbasis masalah atau objek.
Pembelajaran berdefiresensiasi termasuk karakteristik Kurikulum Merdeka. Yakni usaha untuk menyesuaikan proses pembelajaran di kelas guna melayani kebutuhan belajar individu setiap murid. Pembelajaran berdiferensiasi dapat memenuhi kebutuhan belajar murid dan membantu mencapai hasil belajar yang optimal apabila guru dapat memetakan kebutuhan belajar murid di awal pembelajaran.
Selain membahas tentang seluk beluk dan karakteristik kurikulum merdeka, peserta workshop juga dilatih menyusun ATP ( Alur Tujuan Pembelajaran ) sebagai perangkat pembelajaran kurikulum merdeka. Dibimbing oleh Ibu Winarti, peserta workshop menggunakan laptop masing-masing, menyusun kompetensi pembelajaran yang di turunkan dari CP ( Capaian Pembelajaran ) sesuai fase kelas yang diajar.
Di akhir kegiatan, Bp. Ilham Priyanto, yang di SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta menjabat sebagai Waka kurikulum, memaparkan tentang Pembelajaran Berbasis Project dan Project Penguatan Profil Pelajar Pancasila.
Kegiatan workshop implementasi Kurikulum Merdeka yang berakhir saat menjelang adzan sholat ashar, diikuti dengan sangat antusias oleh para peserta. Hasil workshop siap dikembangkan dan diterapkan oleh para peserta workshop di sekolah masing-masing.
Sekolah Muhammadiyah….Mencerdaskan !
Guru Muhammadiyah……Mencerahkan !
IKM …..Menyenangkan !
Begitu pekik para peserta yang selalu menceruat dikomando oleh moderator workshop Pak Heru Nugroho,M.Pd di sela sela berlangsungnya pemaparan materi.
Semoga hasil workshop IKM diberikan keberkahan dan kemanfaatan oleh Allah ta’alla sehingga dapat diimplemtasikan oleh madrasah demi memberikan layanan pendidikan terbaik kepada umat dan generasi masa depan.
Aamiin..